Panduan Lengkap untuk Memutuskan Pacar Love Tue, 31 Mar 2009 13:38:00 WIB Situasi mana yang paling sulit: diputuskan atau memutuskan pacar? Diputuskan pacar merupakan peristiwa yang amat menyedihkan, karena kita akan merasa ditolak dan kehilangan kasih sayang. Tapi memutuskan pacar juga sama beratnya. Mengetahui bahwa Anda akan menyakiti perasaan seseorang yang tadinya Anda cintai (dan juga mencintai anda) bisa menimbulkan perasaan tak menyenangkan.
Banyak tips-tips tentang merayu calon pacar, tapi sedikit sekali tips untuk memutuskan pacar. Memutuskan sebuah hubungan asmara, baik yang sudah terjalin bertahun-tahun atau hanya beberapa hari, bukanlah hal yang mudah. Meski Anda tak ingin menyakiti hatinya, namun bila diteruskan pun sepertinya Anda sudah tak sanggup lagi.
Banyak pria dan wanita yang sering melakukan kesalahan ketika melakukan pemutusan hubung-an cinta, dan hal tersebut berakibat kerugian yang cukup besar. Untuk itulah dalam memutus-kan pacar perlu dipertimbangkan banyak hal. Kalau Anda sudah yakin mau memutuskan pacar, coba ikuti panduan berikut ini:
1. Cek dan ricek perasaan Anda terhadapnya Cek dulu perasaan terdalam di hati. Apakah Anda memang benar-benar ingin berpisah dan tak cinta lagi dengan pasangan, atau hanya kesal pada hari itu saja? Ini yang sering terjadi: karena pertengkaran kecil saja beberapa pasangan melakukan tindakan yang ceroboh yang membuat mereka menyesal. Jika Anda sudah yakin ingin putus, pastikan sekali lagi. Jangan membuat keputusan bodoh yang akan menyakiti hati pasangan dan hati Anda sendiri.
2. Buat persiapan matang Memutuskan hubungan asmara tentu bukan keputusan yang men-dadak, jadi sisihkan waktu untuk mempersiapkan keputusan Anda tersebut. Karena semakin baik persiapan Anda, semakin kecil ke-mungkinan Anda terpengaruh emosi. Pihak yang diputuskan, pasti akan sedih, marah, jengkel, atau menangis. Persiapkan pula ja-waban yang tegas dan dapat diterima olehnya, bila ia me-nanyakan alasannya.
3. Bereskan hutang piutang Sebelum memutuskan pacar, periksa dulu apakah Anda berhutang pada pacar atau sebaliknya. Jika masih hutang lebih baik selesai-kan dahulu secara baik-baik. Hindari juga memutuskan pacar saat Anda masih memiliki hutang dengan dia agar Anda bisa kabur se-jauh mungkin dari kewajiban membayar. Jangan tampilkan diri Anda sebagai orang yang bermartabat rendah yang akhirnya akan jadi pihak yang jelek image-nya.
Selain hutang piutang, kembalikan juga barang-barang milik satu sama lain yang masih dipinjam. Hal ini bermanfaat untuk me-minimalisir kontak dengan pacar setelah hubungan cinta di-putuskan.
4. Jadikan ia orang yang pertama tahu Biasanya sebelum membuat keputusan ini, Anda akan bertanya dan meminta pertimbangan dari sahabat-sahabat terdekat. Tapi bukan berarti mereka yang harus memberitahukannya pada pacar Anda. Hormati pasangan dan katakan keputusan Anda, sebelum orang lain yang memberitahunya.
5. Face to face adalah yang terbaik Memang lebih mudah mengucapkan perpisahan melalui telepon, email, chat room, atau SMS. Tetapi menginformasikan bahwa Anda memutuskan si dia lewat alat komunikasi tersebut bukanlah hal yang baik. Memang, hal tersebut tidak dilarang. Tetapi secara etika hal itu tak dapat dibenarkan.
Memutuskan pasangan tanpa bertemu langsung akan meng-indikasikan bahwa Anda penakut yang bahkan tak berani menatap wajah pacar saat memberitahukan berita buruk itu. Ditanggung, kesan baik Anda akan langsung luntur di mata pacar Anda. Dan biasanya, akan tak mudah bagi pasangan untuk menjalin per-temanan atau bahkan rujuk bila ternyata Anda berubah pikiran. Untuk menghindari karma, misalnya diputus pacar lewat Friendster atau Facebook, sebaiknya hormati pasangan dengan menyatakan secara tatap muka. Anda masih diizinkan menyampaikan berita putus lewat surat biasa, tapi pastikan bahwa Anda menulis sendiri surat tersebut dengan tangan (bukan dengan mesin tik atau komputer), dengan menggunakan bahasa yang sopan dan kata-kata yang baik. Yang penting, Anda harus memberikan surat ini langsung kepada pacar. Lebih baik lagi Anda ada disisinya saat ia membacanya.
6. Jangan memberi peringatan dini Saat Anda ingin membuat janji bertemu dengannya untuk me-mutusakan hubungan, jangan katakan hal-hal lain yang bisa mem-buatnya merasa waspada atau curiga. Jika Anda mengatakan, "Aku ingin ketemu kamu, ada hal penting yang harus aku katakan," maka ia akan bertanya-tanya dan menduga ada sesuatu yang salah. Karena itu, untuk membuat janji semacam ini, cukup katakan, "Aku ingin ketemu kamu," tanpa embel-embel alasan apapun.
7. Cari waktu yang paling pas Memutuskan hubungan, juga dibutuhkan waktu yang tepat. Hari terbaik untuk mengucapkan kata putus adalah hari Jumat, sebab hari ini adalah hari terakhir kerja. Putus di hari Jumat membuat ia dapat 'menghilangkan' sebentar di hari Sabtu dan Minggu untuk menenangkan diri.
8. Jangan lakukan di hari spesial Jangan mengucapkan perpisahan saat Anda berdua tengah me-rayakan ulang tahun, hari jadi, atau acara-acara yang seharusnya menyenangkan. Jika ada hari spesial yang akan datang, lewati dulu bersama pasangan, tapi usahakan jangan membuat kesan terlalu mendalam. Hal ini agar pasangan tidak mengalami trauma yang membekas seumur hidupnya. Setelah hari spesial berlalu, barulah cari momen tepat untuk mengatakan putus.
9. Cari lokasi yang tepat Hal terpenting lain yang harus dipikirkan, adalah memilih tempat yang tepat untuk mengucapkan kata 'putus'. Cari lokasi netral tanpa suasana yang memiliki nilai sentimentil bagi Anda berdua, juga tempat yang menguntungkan agar terhindar dari tatapan ingin tahu orang lain. Misalnya di restoran yang tak terlalu ramai, sehingga bila ada tangisan yang keluar, Anda tak akan merasa malu. Lokasinya pun agak jauh dan sepi, misalnya di pertokoan atau taman, di jam-jam yang tentunya tak terlalu ramai.
10. Santai saja Jauhkan diri Anda dari perasaan gugup, grogi, dan khawatir berlebihan. Yakinkan diri bahwa Anda toh melakukan hal yang benar, dan dia butuh tahu hal yang sebenarnya. Berdoalah se-belum datang ke lokasi tempat Anda akan berbicara pada pacar untuk menenangkan jiwa. Tapi ingat, walaupun Anda sudah santai, jangan lantas berubah menjadi tidak peka terhadap segala emosi yang akan dikeluarkan pacar. Pahami bahwa ia sedih, stres, marah, atau kecewa, dan bertindaklah yang tepat dengan kepala dingin.
11. Pilih-pilih kata-kata saat mengatakannya Menyusun kata-kata yang tepat untuk memutuskan si dia sangat tak menyenangkan. Karena itu banyak orang yang memilih cara yang menurut meraka paling aman saat memutuskan pacarnya: dengan mendiamkan saja si dia sambil berharap ia akan mengerti sendiri bahwa hubungan Anda berdua sudah berakhir. Hal ini tentunya salah dan hanya pantas diterapkan pada hubungan pacaran gaya ABG yang personilnya masih kekanak-kanakkan.
Untuk menghindari kesan yang salah, katakan pemikiran dan keputusan Anda itu secara jelas, jujur dan sederhana. Jangan berbelit-belit dalam menyampaikan hal ini, meski Anda benar-benar grogi. Latihan di depan kaca berulang-ulang boleh juga dilakukan.
Beritahu bagaimana kepedihan Anda dalam membuat keputusan ini, biarkan ia tahu kalau Anda pun ikut menderita dan seakan bukan Anda yang mengeluarkan keputusan tersebut. Tanpa harus menyalahkan dirinya, biarkan ia tahu bahwa Anda-lah yang mengalami permasalahan dan katakan bahwa keputusan ini mungkin yang terbaik bagi Anda berdua. Bukan hal yang salah bila Anda memiliki harapan dalam sebuah hubungan, tapi ikatan dua hati tak akan berjalan bila sudah tak lagi diikat dengan rasa cinta.
Hindari berbohong untuk menghindari rasa sakit hati, sebaliknya, katakan secara jujur dengan kalimat yang ditata secara hati-hati. Jangan sakiti hatinya. Pertimbangkan baik-baik setiap perkataan, karena pada kesempatan lain mungkin Anda akan berjumpa lagi dengannya, sehingga jangan sampai perkataan buruk Anda kelak akan ‘berbalik’ menyerang Anda.
12. Biarkan ia menguasai keadaan Saat diputus, reaksi orang berbeda-beda. Beri ia waktu untuk memahami keadaan, lalu biarkan ia mengungkapkan perasaannya (jika ia mau). Walau ia memahami maksud Anda, kadang ia ber-harap Anda berubah pikiran dan memberi kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Jawablah kalau Anda telah memikirkannya masak-masak dan keputusan tersebut sudah bulat. Ini akan jauh lebih baik, daripada membiarkan hubungan yang tak me-nyenangkan terus menerus. Bila perlu, biarkan ia memutuskan kapan percakapan dianggap selesai.
13. Setelah putus Bilang padanya terus terang apa yang Anda inginkan terjadi setelah kalian putus. Misalnya Anda masih ingin berteman, atau ingin menjaga jarak selama beberapa waktu, atau putus kontak sama sekali. Pastikan ia memahami keinginan Anda dan minta persetujuannya. Sangat penting untuk mencapai keputusan bersama atas hal ini, untuk menghindarkan diri dari masalah lebih lanjut dengan si mantan pacar kelak.
Tak selamanya hubungan romantis bisa berjalan mulus. Namun, pada saat yang paling buruk pun anda harus bersikap elegan terhadap calon mantan pacar anda. Selain itu, peliharalah rasa hormat pada mantan pacar dengan tidak menjelek-jelekkan dirinya di hadapan orang lain, seperti Anda ingin diperlakukan seperti itu darinya. (niq)
|