Penutupan Layanan CBN Cable Internet (Wed, Jun 4 2014)
  NEWS | TECH |TRAVEL |SHOPPING |ENTERTAINMENT |HEALTH |MAN |WOMAN| MAP |  
 
Headline | Hot Topic | Politics | Economy | General | Sports | Regional | Law & Crime
 
   
Tax Consultation  
 




PPH 23
Tax Consultation Mon, 15 Sep 2003 00:00:00 WIB


Question:

Saya punya masalah mengenai transaksi yang akan saya jurnal, ini terjadi sudah selama 6 tahun

Pertanyaan :
Bagaimana jurnalnya untuk transaksi sbb:

Selama ini saya selalu menerima pembayaran atas jasa yg belum dilakukan (diterima dimuka)

Kas XXX
Hutang Usaha XXX

Setelah terjadi penjualan tsb, baru saya melakukan penjurnalan sbb: Hutang Usaha ( debet ),pada Penjualan ( kredit ), namun mulai 29 April 2003 (karena kami ada di kawasan berikat), saya harus menjurnal juga PPh 23 ( 6% dr.penjualan) dan PPn ( 10% dr. penjualan )

Tolong bantu saya membuat jurnal yg benar, sampai nanti PPn & PPh 23 bibayar.

Salam

Yos


Yos ~ Jakarta     

Answer:

Penjelasan:

Yth: Sdr. Yos

Untuk transaksi jasa, fasilitas kawasan berikat tidak berlaku dan perusahaan mempunyai kewajiban untuk membayar dan melaporkan PPh 23 dan PPN. Jurnal yang seharusnya:
1. Pada saat diterima pembayaran
Kas / Bank DPP + PPN – PPh 23
Uang Muka Penjualan DPP + PPN – PPh23

2. Pada saat terjadi penjualan (buka faktur pajak)
Uang Muka Penjualan DPP + PPN – PPh 23
Uang Muka PPh 23 PPh 23
Penjualan DPP
PPN Keluaran PPN

3. Pada saat pembayaran PPN
PPN Keluaran PPN
Kas / Bank PPN

Berdasarkan UU Nomor 18 tahun 2000 pasal 11 ayat 2 yang antara lain berbunyi: “dalam hal pembayaran diterima sebelum penyerahan BKP atau JKP, terutangnya pajak adalah pada saat pembayaran.” Maka perusahaan Sdr. Yos harusnya sudah membuka faktur pajak pada saat menerima pembayaran, sehingga jurnalnya menjadi:
1. Pada saat diterima pembayaran (buka faktur pajak)
Kas / Bank DPP + PPN – PPh 23
Uang Muka PPh 23 PPh 23
Uang Muka Penjualan DPP
PPN Keluaran PPN
2. Pada saat pembayaran PPN
PPN Keluaran PPN
Kas / Bank PPN
3. Pada saat terjadi penyerahan jasa
Uang Muka Penjualan DPP
Penjualan Jasa DPP

Adapun hal – hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan uang muka PPh 23:
a. Uang muka PPh 23 tersebut merupakan kredit pajak yang dapat diperhitungkan dengan PPh terhutang akhir tahun.
b. Atas uang muka PPh 23, perusahaan Sdr. Yos tidak perlu membayar dan melaporkan karena pemotongan dan pembayaran merupakan kewajiban penerima jasa (pembeli).
c. Sebagai bukti atas pemotongan PPh 23, perusahaan Sdr. Yos akan mendapatkan bukti pemotongan PPh 23 dari penerima jasa. Jumlah antara di bukti potong harus sama dengan kredit pajak yang diperhitungkan.

Demikian penjelasan kami. Terima Kasih.

Hormat Kami,

Pengasuh




Other articles

Pajak Reklame
Wed, 03 Sep 2003 00:00:00 WIB
Angsuran PPh Pasal 25
Wed, 03 Sep 2003 00:00:00 WIB
PPb I dan PPN
Wed, 03 Sep 2003 00:00:00 WIB

 

 
Fajar.co.id lensaindonesia.com Nonblok.com SuaraMerdeka
 
 
79
persen penduduk Indonesia minum susu import



(Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian)
 
Currency Rate
 
Fri, 31 Oct 2014 10:37:00 WIB
 SALEBUY
USD12090.0012070.00
SGD9467.279437.27
HKD1567.721547.72
AUD10696.9810616.98
JPY111.93108.93
EUR15272.6215172.62
Source: BCA
 
Weather
 
Fri, 31 Oct 2014 06:30:00 WIB
Jakarta25-32°C
Denpasar24-32°C
Surabaya23-33°C
Medan23-32°C
Makassar23-29°C
Bandung22-31°C
Source: bmg.go.id